Review Makna Lagu Rags2Riches: Dari Miskin ke Kaya. Lagu Rags2Riches milik Rod Wave featuring ATR Son Son, yang dirilis April 2020 sebagai bagian dari album Pray 4 Love, tetap menjadi salah satu trek paling relatable dan emosional dalam hip-hop modern hingga awal 2026. Hampir enam tahun sejak rilis, lagu ini terus mendominasi playlist “motivasi hidup”, “from nothing to something”, dan “success story” di Spotify serta TikTok, dengan lebih dari 1,6 miliar streaming global. Di balik beat soulful yang melankolis dan vokal Rod Wave yang penuh rasa, Rags2Riches menyimpan makna yang sangat jujur tentang perjuangan keluar dari kemiskinan, rasa syukur atas kesuksesan, dan trauma yang masih membayangi meski sudah “kaya”. Lagu ini bukan sekadar pameran flexing; ia adalah diary hidup seorang anak muda dari jalanan yang berhasil, tapi tidak pernah benar-benar melupakan akarnya. BERITA BASKET
Lirik yang Jujur dan Penuh Trauma: Review Makna Lagu Rags2Riches: Dari Miskin ke Kaya
Lirik Rags2Riches dibuka dengan pengakuan yang sangat mentah: “Rags2Riches, yeah / Rags2Riches, yeah / Rags2Riches, yeah”. Rod Wave tidak langsung flexing mobil dan uang; ia justru menggambarkan masa lalu yang pahit: “I was in the streets, I was in the trap / I was selling packs, I was selling crack”. Baris itu bukan glorifikasi kejahatan, melainkan pengakuan bahwa kemiskinan memaksa banyak anak muda melakukan apa saja demi bertahan hidup.
Refrain “From rags to riches, yeah / From rags to riches, yeah” berulang seperti doa syukur, tapi diikuti baris “But the pain still there, yeah / The pain still there”. Ini adalah inti lagu: kesuksesan finansial tidak otomatis menghapus trauma masa kecil, kehilangan teman karena kekerasan, atau rasa bersalah karena “berhasil” sementara orang-orang terdekat masih menderita. Rod Wave menggambarkan dirinya “still in the hood in my mind” meski sudah punya rumah besar dan rekening tebal—sebuah pengakuan bahwa mentalitas jalanan tidak hilang begitu saja.
ATR Son Son di verse kedua menambahkan perspektif serupa: “I done seen too many of my niggas die / I done seen too many of my niggas cry”. Lirik ini bukan flexing; itu adalah pengingat bahwa jalan menuju “riches” sering kali dipenuhi darah dan air mata orang-orang terdekat.
Beat Soulful dan Vokal yang Penuh Rasa: Review Makna Lagu Rags2Riches: Dari Miskin ke Kaya
Beat produksi yang dibuat oleh TnTX dan Karltin Bank sangat soulful: sample piano lembut, string melankolis, dan drum trap yang pelan memberikan nuansa seperti lagu doa. Tempo lambat sekitar 85 bpm membuat lagu terasa seperti curhatan malam hari—tidak terburu-buru, tapi penuh beban emosional.
Vokal Rod Wave di lagu ini adalah salah satu yang paling emosional dalam kariernya: suara serak penuh rasa sakit, delivery lambat, dan ad-lib “yeah” yang terasa seperti isak tertahan. Tidak ada efek berlebihan; suara Rod terdengar mentah dan jujur, seolah-olah ia sedang berbicara langsung ke pendengar yang pernah berada di posisi yang sama.
Makna Lebih Dalam: Kesuksesan yang Tak Hilangkan Trauma
Di balik kesan lagu “rags to riches” biasa, Rags2Riches sebenarnya bicara tentang bahwa kesuksesan tidak menyembuhkan semua luka. Rod Wave menggambarkan bagaimana kemiskinan meninggalkan bekas permanen: paranoia, rasa bersalah survivor, dan kesulitan mempercayai orang. “I got rich but I still feel poor” adalah baris yang paling menyayat—mengakui bahwa uang bisa membeli rumah, mobil, dan keamanan fisik, tapi tidak bisa membeli kedamaian batin atau mengembalikan teman yang telah pergi.
Lagu ini juga menyentil tema bahwa banyak anak muda dari lingkungan keras merasa “terjebak” meski sudah berhasil. Mereka berhasil keluar dari kemiskinan, tapi mentalitas survival tetap ada: selalu waspada, selalu siap kehilangan, selalu merasa harus membuktikan diri. Banyak pendengar merasa lagu ini seperti cermin: mereka melihat diri sendiri di posisi Rod Wave—sudah “kaya” secara materi, tapi masih berjuang dengan rasa kosong dan trauma yang tak pernah benar-benar hilang.
Kesimpulan
Rags2Riches adalah lagu yang langka: gelap sekaligus sangat jujur, flexing tapi penuh kerapuhan, dan timeless tanpa terasa kuno. Kekuatan utamanya terletak pada lirik yang mentah dan penuh konflik batin, beat soulful yang melankolis, serta vokal Rod Wave yang terasa seperti curhatan pribadi. Lagu ini berhasil menjadi teman bagi siapa saja yang sedang merayakan kesuksesan tapi juga berjuang dengan trauma masa lalu—membuat mereka merasa dipahami tanpa dihakimi. Jika kamu sedang dalam fase “aku sudah berhasil, tapi kenapa masih terasa kosong”, lagu ini adalah pengingat yang tepat: rags to riches bukan akhir cerita; itu hanya babak baru dalam perjuangan yang lebih dalam. Dengarkan sekali saja mungkin tidak cukup—karena setiap kali diputar ulang, kamu akan semakin memahami bahwa “riches” yang sejati adalah kedamaian batin yang masih harus diperjuangkan. Rags2Riches bukan sekadar lagu sukses; ia adalah potret jujur tentang proses tumbuh dewasa yang penuh luka dan syukur. Dan itu, pada akhirnya, adalah makna paling dalam dari sebuah lagu.