Posted in

Review Makna Lagu Imagine John Lennon: Dunia Tanpa Perang

Review Makna Lagu Imagine John Lennon: Dunia Tanpa Perang

Review Makna Lagu Imagine John Lennon: Dunia Tanpa Perang. Lagu Imagine karya John Lennon yang dirilis pada 1971 tetap menjadi salah satu anthem perdamaian paling kuat dan banyak dikutip dalam sejarah musik pop. Sebagai lagu utama dari album solo pertamanya yang bernama sama, Imagine langsung menjadi hit global, menduduki puncak tangga lagu di beberapa negara dan terjual jutaan kopi. Dengan piano sederhana yang lembut, vokal John yang tenang namun penuh keyakinan, serta produksi minimalis dari Phil Spector, lagu ini mengajak pendengar membayangkan dunia tanpa perang, tanpa agama, tanpa negara, dan tanpa kepemilikan—sebuah visi utopia yang radikal sekaligus sederhana. Hampir 54 tahun kemudian, di tengah konflik global yang terus berlanjut, polarisasi sosial, dan krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia pada 2026, pesan Imagine terasa lebih mendesak dan menyentuh daripada sebelumnya—sebuah pengingat bahwa mimpi tentang kedamaian bukanlah hal mustahil, melainkan pilihan kolektif yang dimulai dari imajinasi setiap individu. REVIEW KOMIK

Latar Belakang Penciptaan dan Konteks Historis: Review Makna Lagu Imagine John Lennon: Dunia Tanpa Perang

Imagine lahir di masa ketika John Lennon sedang berada di puncak aktivisme anti-perangnya. Setelah membubarkan The Beatles pada 1970, ia dan Yoko Ono pindah ke New York dan terlibat dalam gerakan perdamaian Vietnam. Lagu ini ditulis di kamar tidur mereka di Ascot, Inggris, terinspirasi oleh puisi Yoko Ono dalam bukunya Grapefruit yang berisi instruksi imajinatif seperti “Imagine the clouds dripping”. John mengambil konsep itu dan mengembangkannya menjadi deklarasi utopia. Rekaman dilakukan di studio rumah mereka dengan bantuan musisi seperti Klaus Voormann (bass) dan Alan White (drum), sementara string ditambahkan kemudian untuk memberi nuansa lapang. John pernah menyebut lagu ini sebagai “anti-religious, anti-nationalistic, anti-conventional, anti-capitalistic” tapi tetap positif—bukan serangan, melainkan undangan untuk membayangkan alternatif. Video musik resmi yang menampilkan John dan Yoko berjalan di taman musim dingin memperkuat kesan intim dan reflektif, membuat lagu ini terasa seperti obrolan pribadi dengan pendengar.

Makna Lirik yang Sederhana tapi Radikal: Review Makna Lagu Imagine John Lennon: Dunia Tanpa Perang

Lirik Imagine terdiri dari kalimat-kalimat pendek yang mudah diingat, tapi kekuatannya ada pada visi yang ditawarkannya. Verse pertama “Imagine there’s no heaven / It’s easy if you try / No hell below us / Above us only sky” langsung menantang konsep agama terorganisir yang sering menjadi alasan konflik. John tidak menyerang keyakinan pribadi, melainkan membayangkan dunia di mana perbedaan agama tidak lagi jadi pembenaran perang. Pre-chorus “Imagine all the people / Living for today” menekankan hidup di saat ini tanpa terikat dogma masa lalu atau masa depan. Chorus berulang “You may say I’m a dreamer / But I’m not the only one / I hope someday you’ll join us / And the world will live as one” adalah inti pesan: utopia bukan mimpi seorang gila, melainkan undangan kolektif. Verse kedua menyinggung “no countries” dan “no possessions” sebagai kritik terhadap nasionalisme dan kapitalisme yang memicu persaingan serta keserakahan. Baris “Imagine no possessions / I wonder if you can / No need for greed or hunger / A brotherhood of man” menggambarkan masyarakat tanpa kelas dan tanpa kelaparan—visi yang radikal di era Perang Dingin. Secara keseluruhan, lagu ini bukan manifesto politik kaku, melainkan ajakan lembut untuk membayangkan dunia yang lebih adil dan damai, dimulai dari pikiran masing-masing individu.

Dampak Budaya dan Relevansi di Era Sekarang

Imagine telah menjadi lagu perdamaian universal. Ia sering diputar di acara protes anti-perang, upacara peringatan korban kekerasan, dan bahkan menjadi bagian dari respons musisi saat tragedi global. Pada 1994, lagu ini diadaptasi menjadi lagu resmi Olimpiade Musim Dingin Lillehammer, dan pada 2001, Yoko Ono mendonasikan hak cipta untuk digunakan dalam kampanye perdamaian PBB. Di era sekarang, ketika konflik bersenjata, polarisasi agama, dan ketimpangan ekonomi masih menjadi isu utama, Imagine sering muncul kembali di media sosial—baik sebagai cover akustik sederhana maupun video montage dari berbagai negara. Di 2026, dengan meningkatnya kesadaran akan perubahan iklim, migrasi paksa, dan kebutuhan solidaritas global, baris “the world will live as one” terasa seperti panggilan yang belum selesai. Lagu ini tetap jadi favorit di playlist “songs for hope” atau saat orang mencari inspirasi di tengah berita buruk. John Lennon sendiri pernah bilang bahwa jika lagu ini membuat satu orang berpikir ulang tentang perang, itu sudah cukup—dan jutaan pendengar membuktikan dampaknya jauh lebih besar.

Kesimpulan

Imagine adalah lagu yang sederhana secara musikal tapi revolusioner secara ide—sebuah undangan terbuka untuk membayangkan dunia tanpa perang, tanpa batas, dan tanpa keserakahan. John Lennon berhasil menyampaikan pesan radikal dengan cara yang lembut dan penuh harapan, tanpa menghakimi pendengar yang belum siap. Hampir lima setengah dekade berlalu, kekuatannya tetap utuh: setiap kali piano mulai bernyanyi dan suara John mengalun “Imagine all the people”, kita diingatkan bahwa perdamaian bukanlah mimpi mustahil, melainkan pilihan yang bisa dimulai dari pikiran kita sendiri. Jika Anda mendengarnya lagi hari ini, biarkan lirik itu meresap—karena meski dunia masih jauh dari utopia, imajinasi adalah langkah pertama menuju perubahan. Lagu ini bukan sekadar klasik; ia adalah pengingat abadi bahwa “you may say I’m a dreamer, but I’m not the only one”—dan semoga suatu hari kita semua bergabung.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *