Posted in

Review Makna Lagu Bad Habits: Cinta yang Berbahaya

Review Makna Lagu Bad Habits: Cinta yang Berbahaya

Review Makna Lagu Bad Habits: Cinta yang Berbahaya. Lagu “Bad Habits” yang dipopulerkan Ed Sheeran sejak rilis pada Juni 2021 tetap menjadi salah satu karya paling relatable di kalangan pendengar muda hingga awal 2026. Hampir lima tahun berlalu, lagu ini masih sering muncul di playlist heartbreak, self-reflection, dan “toxic relationship” di berbagai platform streaming. Di balik beat dance-pop yang upbeat dan vokal Ed yang ringan, “Bad Habits” menyimpan makna mendalam tentang cinta yang berbahaya—cinta yang sudah jelas salah, tapi sulit dilepaskan. Liriknya jujur menggambarkan perjuangan seseorang yang terjebak dalam pola destruktif, antara ingin berubah dan terus kembali ke kebiasaan buruk yang sama. Lagu ini bukan sekadar anthem party, melainkan cermin bagi siapa saja yang pernah bertahan dalam hubungan yang merusak diri sendiri. INFO SLOT

Lirik yang Jujur dan Menggigit : Review Makna Lagu Bad Habits: Cinta yang Berbahaya

Lirik “Bad Habits” ditulis dengan bahasa sehari-hari yang langsung terasa dekat. Baris pembuka “My bad habits lead to late nights ending alone” sudah langsung membuka narasi tentang kesepian yang dipilih sendiri. Refrain ikonik “I know I said I wouldn’t but I did, and I’m sorry” menjadi pengakuan berulang yang hampir seperti mantra—sebuah janji yang selalu dilanggar.
Bagian “Every time you come around, I get the same old feeling” menunjukkan pola ketergantungan emosional yang sulit diputus. Lirik ini bukan sekadar curhat, tapi juga kritik halus terhadap diri sendiri: “I should walk away, but I stay”. Ed Sheeran sengaja menggunakan kontras antara melodi yang ceria dan lirik yang menyakitkan, sehingga pendengar merasakan konflik internal sang narator—ingin lepas tapi tak sanggup. Hampir setiap baris terasa seperti dialog batin yang sering kita ucapkan tapi tak pernah kita jalankan.

Melodi dan Produksi yang Menyembunyikan Luka: Review Makna Lagu Bad Habits: Cinta yang Berbahaya

Melodi “Bad Habits” sengaja dibuat upbeat dengan tempo 126 bpm, bass yang groovy, dan synth yang playful—seolah-olah lagu ini ingin mengajak dansa. Produksi Fred Gibson (Fred again..) dan Johnny McDaid memberikan kesan ringan dan adiktif, membuat orang mudah mengulang lagu ini berulang-ulang. Namun justru di situlah kekuatannya: musik yang ceria menyembunyikan luka yang dalam di lirik.
Vokal Ed Sheeran di lagu ini terdengar santai dan effortless, tapi saat masuk bridge “I’m off the deep end, watch as I dive in”, nada suaranya sedikit rapuh—seolah dia sendiri sedang berusaha meyakinkan diri bahwa “ini biasa saja”. Kontras antara musik yang menyenangkan dan lirik yang menyedihkan inilah yang membuat lagu ini begitu powerful: pendengar bisa menikmati beat-nya sambil diam-diam merasakan sakitnya.

Makna Lebih Dalam: Cinta yang Berbahaya dan Perjuangan Berubah

Di balik vibe party, “Bad Habits” sebenarnya bicara tentang cinta yang beracun—hubungan yang sudah jelas merugikan, tapi sulit ditinggalkan. Narator tahu bahwa pasangannya (atau kebiasaan buruknya sendiri) adalah “bad habit”, tapi setiap kali orang itu datang kembali, ia jatuh lagi ke pola yang sama. Lagu ini juga menyentil tema self-sabotage: kita sering kali memilih orang yang salah karena nyaman dengan rasa sakit yang sudah dikenal, daripada mengambil risiko mencari yang lebih baik.
Banyak pendengar merasa lagu ini seperti cermin: mereka melihat diri sendiri di posisi narator—masih bertahan meski tahu itu salah, masih balik lagi meski sudah berjanji tidak akan. Makna terdalamnya adalah bahwa perubahan itu sulit, tapi pengakuan diri adalah langkah pertama. Ed Sheeran pernah bilang lagu ini terinspirasi dari masa-masa ia berjuang dengan kebiasaan buruk setelah putus cinta, dan itulah yang membuatnya terasa sangat autentik.

Kesimpulan

“Bad Habits” adalah lagu yang langka: terdengar fun tapi menyimpan luka yang dalam, mudah didengar tapi sulit dilupakan. Kekuatan utamanya terletak pada lirik yang jujur, melodi yang adiktif, dan vokal Ed Sheeran yang membuat pendengar merasa “ini tentang aku”. Lagu ini berhasil menjadi teman bagi siapa saja yang sedang terjebak dalam cinta berbahaya—membuat mereka menari sambil diam-diam merasakan sakitnya. Jika kamu sedang berjuang melepaskan seseorang yang jelas-jelas tidak baik buatmu, atau sedang mencoba memaafkan diri sendiri atas pilihan buruk yang berulang, lagu ini adalah pengingat yang tepat: mengakui masalah adalah langkah pertama, meski langkah selanjutnya masih terasa berat. Dengarkan sekali saja mungkin tidak cukup—karena setiap kali diputar ulang, kamu akan menemukan baris yang semakin mengena. “Bad Habits” bukan sekadar lagu pop; ia adalah pengakuan bahwa kadang kita jatuh cinta pada hal yang salah, dan itu manusiawi. Tapi melepaskan, itulah langkah paling berani.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *