Review Makna Lagu As It Was: Perubahan Hidup Tak Terelakkan. Di tengah gebrakan Harry Styles di Grammy 2026 pada 1 Februari, di mana ia tampil sebagai presenter Album of the Year dalam outfit Dior yang mencuri perhatian, lagu “As It Was” dari 2022 kembali naik daun. Single lead dari album Harry’s House ini melonjak ke posisi 17 di Global Spotify dengan 2,55 juta streams harian, didorong rilis single baru “Aperture” dari album mendatang Kiss All The Time. Disco, Occasionally. Dengan lebih dari 4 miliar streams secara global, lagu ini tetap jadi anthem perubahan hidup yang tak terhindarkan. Review ini menyelami maknanya: bagaimana Styles menangkap esensi transisi, kesepian, dan penerimaan diri di era pasca-pandemi. Di 2026, saat Styles berusia 32 dan memasuki era disco baru, “As It Was” mengingatkan bahwa hidup terus berputar, tak pernah sama seperti dulu. MAKNA LAGU
Latar Belakang dan Penciptaan Lagu: Review Makna Lagu As It Was: Perubahan Hidup Tak Terelakkan
“As It Was” diciptakan akhir 2021 di pedesaan Inggris, saat Styles karantina karena pandemi. Kolaborasi dengan produser Kid Harpoon dan Tyler Johnson, lagu ini jadi yang terakhir ditulis untuk Harry’s House. Inspirasi datang dari kehidupan Styles: transisi dari One Direction ke karier solo, dampak lockdown, dan refleksi pribadi. Durasi 2:47 menit, dimainkan di kunci F# mayor dengan tempo 174 BPM, lagu ini campur synth-pop 80-an, gitar elektrik, dan bell yang menciptakan nuansa ringan tapi melankolis.
Proses rekamannya sederhana, dimulai dengan Styles di studio rumah, menuangkan emosi ke lirik dan melodi. Elemen unik termasuk suara anak di intro—godchild Styles yang berusia lima tahun mengucap “Come on, Harry, we wanna say goodnight to you”—menambah sentuhan intim. Dirilis 1 April 2022, lagu ini debut No.1 di Billboard Hot 100, jadi single pertama Styles yang langsung puncak chart AS. Video klipnya, disutradarai Tanu Muino, difilmkan di Barbican Centre dan Lindley Hall, London, menampilkan Styles berputar di turntable raksasa dengan jumpsuit merah dan biru, simbol perubahan konstan. Produksi video terganggu invasi Rusia ke Ukraina, tapi tetap rampung sebagai visual metaforis tentang rotasi hidup. Di 2026, dengan tur baru Styles yang diumumkan, lagu ini kembali diputar di setlist, menggabungkan elemen disco dari album barunya.
Interpretasi Lirik dan Makna: Review Makna Lagu As It Was: Perubahan Hidup Tak Terelakkan
Inti “As It Was” adalah penerimaan perubahan tak terelakkan. Lirik pembuka—”Holdin’ me back / Gravity’s holdin’ me back”—gambarkan rasa terjebak, mungkin oleh gravitasi ketenaran atau pandemi. Styles bernyanyi tentang kesepian: “Answer the phone / ‘Harry, you’re no good alone / Why are you sitting at home on the floor? / What kinda pills are you on?'” Ini refleksi kesehatan mentalnya, di mana ia akui lockdown buatnya merasa terisolasi dari keluarga dan teman.
Chorus ikonik—”In this world, it’s just us / You know it’s not the same as it was”—jadi mantra tentang metamorfosis. Styles sebut lagu ini tentang embracing change, losing oneself, dan shift perspektif. Bridge—”Go home, get ahead, light-speed internet / I don’t wanna talk about the way that it was / Leave America, two kids follow her”—diduga referensi hubungan dengan Olivia Wilde, di mana ia tinggalkan AS untuk Inggris, tapi Styles tak konfirmasi, bilang ia pisahkan hidup pribadi dari kerja. Makna lebih luas: perubahan dari masa lalu, seperti perceraian orangtuanya atau akhir One Direction. “Your daddy lives by himself / He just wants to know that you’re well” sentuh tema keluarga yang rusak. Secara keseluruhan, lirik ini campur nostalgia dan resolusi, ajak pendengar hadapi impermanence tanpa melawan. Di konteks 2026, saat dunia pulih dari krisis global, maknanya makin resonan sebagai pengingat bahwa hidup tak bisa mundur.
Dampak Budaya dan Resonansi Saat Ini
“As It Was” tak hanya hit; ia jadi fenomena budaya yang definisikan perubahan di era digital. Debut dengan 16,1 juta streams harian di Spotify, pecah rekor sebagai lagu paling banyak diputar sehari oleh artis pria. Raih Grammy Best Pop Solo Performance 2023, nominasi Song of the Year, dan BRIT Award British Single of the Year. Di 2022, jadi lagu paling streamed di Spotify global, dan di 2023, IFPI sebut sebagai single terlaris dengan 2,28 miliar stream equivalents. Sampai 2026, akumulasi streams capai 4,2 miliar di Spotify saja, plus 3 miliar views video YouTube.
Dampaknya luas: viral di TikTok dengan challenge rotasi, inspirasi meme tentang “not the same as it was” untuk situasi pasca-pandemi. Styles pakai lagu ini untuk advokasi kesehatan mental, tampil di acara seperti Coachella 2022 dan tur Love on Tour yang pecah rekor pendapatan $617 juta. Di 2026, dengan “Aperture” debut No.1 di Hot 100 dan streaming charts, “As It Was” re-enter UK Singles Chart di No.28, bukti daya tahan. Lagu ini empower Gen Z hadapi transisi seperti karir, hubungan, atau identitas gender—Styles sendiri ikon fluiditas. Muncul di Grammy 2026, di mana Styles pakai blazer glitter tanpa kemeja dan mule Dior, perkuat image pemberontak norma. Secara budaya, “As It Was” ajarkan bahwa perubahan tak terelakkan bukan akhir, tapi peluang baru, resonan di tengah krisis iklim dan teknologi cepat.
Kesimpulan
“As It Was” tetap jadi karya ikonik Harry Styles yang tangkap esensi perubahan hidup tak terelakkan. Lewat lirik introspektif, produksi catchy, dan tema universal, lagu ini ubah nostalgia jadi kekuatan. Di 2026, dengan kembalinya ke chart dan era baru Styles, ia ingatkan kita untuk embrace impermanence tanpa ragu. Styles bukan lagi bocah band; ia artis matang yang ajak kita putar halaman. Pada akhirnya, seperti chorusnya, dunia ini hanya kita—dan tak pernah sama seperti dulu.